
SURABAYA – Pemandangan tak biasa terjadi di Kali Jagir, kawasan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Permukaan sungai terlihat dipenuhi busa putih yang mengapung hingga menarik perhatian warga dan ramai diperbincangkan di media sosial pada Sabtu (24/10/2026). Sejumlah warga mengaku fenomena tersebut bukan kali pertama terjadi. Selain penampakan busa yang tebal, warga juga mengeluhkan bau tidak sedap di sekitar aliran sungai. Kondisi ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai kebersihan air sungai di tengah permukiman perkotaan.
Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya melakukan penelusuran di kawasan Kali Jagir dan outlet Rumah Pompa Wonorejo I. Kepala DLH Surabaya, M. Fikser, menyatakan busa yang muncul bukan berasal dari limbah industri. Menurut penjelasannya, busa terbentuk akibat turbulensi atau pergerakan air ketika pompa banjir berkapasitas 5 meter kubik dioperasikan. Pompa tersebut digunakan untuk mendukung pekerjaan peninggian bendungan yang membutuhkan kondisi area tetap kering.
DLH juga menjelaskan bahwa kondisi kemarau dapat memengaruhi kemunculan busa. Ketika debit air berkurang, buih lebih mudah terlihat saat air bergerak kuat akibat pengoperasian pompa. Meski demikian, warga setempat menyebut busa kerap muncul dan terkadang disertai bau yang mengganggu. Perbedaan antara penjelasan teknis pemerintah dan pengalaman warga membuat informasi mengenai kondisi sungai menjadi penting untuk disampaikan secara terbuka. Namun, bau dan busa saja tidak cukup untuk memastikan apakah air tercemar atau tidak; diperlukan pemeriksaan kualitas air untuk mengetahui kondisinya secara lebih akurat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan hanya dengan menjelaskan penyebab munculnya busa. Masyarakat juga membutuhkan informasi yang mudah diakses mengenai hasil pemeriksaan kualitas air, parameter yang diuji, serta tindak lanjut apabila ditemukan masalah. Transparansi tersebut penting untuk membangun kepercayaan warga sekaligus memastikan kondisi Kali Jagir terus dipantau. Dengan begitu, penjelasan pemerintah dapat disertai data yang jelas, sementara kekhawatiran masyarakat mendapat jawaban berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan sekadar dugaan.
Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/busa-putih-penuhi-kali-jagir-ada-apa-dengan-sungai-surabaya
0 Comments